Pages

Selasa, 12 Februari 2013

Pengetahuan Sejarah



PERKEMBANGAN KERAJAAN-KERAJAAN ISLAM DI INDONESIA

Perkembangan agama dan kebudayaan Islam di Indonesia selama berabad-abad telah meninggalkan berbagai peninggalan. Salah satu bentuk peninggalan sistem politik islam adalah berdirinya kerajaan yang bercorak islam. Lahirlah beberapa kerajaan islam di seluruh indonesia sebagai akibat penyebaran agama islam yang dilakukan para ulama dan perdagangan.

A.     Kerajaan Perlak
Perlak adalah kerajaan Islam tertua di Indonesia. Perlak adalah sebuah kerajaan dengan masa pemerintahan cukup panjang. Kerajaan yang berdiri pada tahun 840 ini berakhir pada tahun 1292 karena bergabung dengan Kerajaan Samudra Pasai. Sejak berdiri sampai bergabungnya Perlak dengan Samudrar Pasai, terdapat 19 orang raja yang memerintah.

                     I.     Sumber dan Bukti Sejarah
Sumber  sejarah Kerajaan Perlak adalah naskah-naskah berbahasa melayu dan bukti-bukti peninggalan sejarah misalnya Silsilah Raja-Raja Perlak dan Pasai, karangan Sayid Abdullah Ibn  Saiyid Habib Saifuddin. Bukti peninggalan sejarah Kerajaan Perlak terdiri atas :
a.     Mata uang
Mata uang perlak terdiri dari emas, perak, dan tembaga. Dan adanya peninggalan mata uang ini menunjukkan bahwa kerajaan perlak merupakan kerajaan yang telah maju.
b.     Stempel  kerajaan
Stempel kerajaan bertuliskan kalimat “ Al Wasiq Billah Kerajaan Negeri Bendahara Sanah 512 ”. Kerajaan Negeri Bendahara adalah menjadi bagian dari Kerajaan perlak
c.     Makam Raja
Yaitu ditemukan makam salah seorang raja Benoa tepi Sungai Trenggulon. Batu nisan makam tersebut bertuiskan huruf arab. Benoa adalah Negara bagian dari Kerajaan Perlak

                   II.     Kehidupan Politik
Sebelum berdirinya Kesultanan Perlak, di wilayah Negeri Perlak sudah ada rajanya, yaitu Meurah Perlak Syahir Nuwi. Namun, data tentang raja-raja Negeri Perlak secara lengkap belum ditemukan. Sedangkan daftar nama sultan yang pernah berkuasa di Kesultanan Pelak adalah sebagai berikut:
1.     Sultan Alaiddin Syed Maulana Abdul Azis Shah (840-864)
2.     Sultan Alaiddin Syed Maulana Abdul Rahim Shah (864-888)
3.     Sultan Alaiddin Syed Maulana Abbas Shah (888-913)
4.     Sultan Alaiddin Syed Maulana Ali Mughat Shah (915-918)
5.     Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdul Kadir Shah Johan Berdaulat (928-932)
6.     Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad Amin Shah Johan Berdaulat (932-956)
7.     Sultan Makhdum Alaiddin Abdul Malik Shah Johan Berdaulat (956-983)
8.     Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ibrahim Shah Johan Berdaulat (986-1023)
9.     Sultan Makhdum Alaiddin Malik Mahmud Shah Johan Berdaulat (1023-1059)
10. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Mansur Shah Johan Berdaulat (1059-1078)
11. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdullah Shah Johan Berdaulat (1078-1109)
12. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ahmad Shah Johan Berdaulat (1109-1135)
13. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Mahmud Shah Johan Berdaulat (1135-1160)
14. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Usman Shah Johan Berdaulat (1160-1173)
15. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad Shah Johan Berdaulat (1173-1200)
16. Sultan Makhdum Alaiddin Abdul Jalil Shah Johan Berdaulat (1200-1230)
17. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad Amin Shah II Johan Berdaulat (1230-1267)
18. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdul Aziz Johan Berdaulat (1267-1292)

          II.     Kehidupan Ekonomi
Perlak merupakan kerajaan yang sudah maju. Hal ini terlihat dari adanya mata uang sendiri. Mata uang Perlak yang ditemukan terbuat dari emas (dirham), dari perak (kupang), dan dari tembaga atau kuningan.

        III.     Kehidupan Sosial-Budaya
Perlak dikenal dengan kekayaan hasil alamnya yang didukung dengan letaknya yang sangat strategis. Apalagi, Perlak sangat dikenal sebagai penghasil kayu perlak, yaitu jenis kayu yang sangat bagus untuk membuat kapal. Kondisi semacam inilah yang membuat para pedagang dari Gujarat, Arab, dan Persia tertarik untuk datang ke daerah ini. Masuknya para pedagang tersebut juga sekaligus menyebarkan ajaran Islam di kawasan ini. Kedatangan mereka berpengaruh terhadap kehidupan sosio-budaya masyarakat Perlak pada saat itu. Sebab, ketika itu masyarakat Perlak mulai diperkenalkan tentang bagaimana caranya berdagang. Pada awal abad ke-8, Perlak dikenal sebagai pelabuhan niaga yang sangat maju.

Model pernikahan percampuran mulai terjadi di daerah ini sebagai konsekuensi dari membaurnya antara masyarakat pribumi dengan masyarakat pendatang. Kelompok pendatang bermaksud menyebarluaskan misi Islamisasi dengan cara menikahi wanita-wanita setempat. Sebenarnya tidak hanya itu saja, pernikahan campuran juga dimaksudkan untuk mengembangkan sayap perdagangan dari pihak pendatang di daerah ini.

B.     Kerajaan Samudera Pasai
Bukti sejarah adanya masyarakat dan Kerajaan Islam di Samudra Pasai ditulis oleh Ibnu Battutah, seorang utusan dari Kerajaan Delhi. Samudra Pasai waktu itu merupakan tempat kapal-kapal dari India dan Tiongkok  serta kapal-kapaldari daerah lain di Indonesia berlabuh.
Menurut sarjana-sarjana Barat, seperti Snouck Hurgronje,  J. P. Moquette, dan J. L. Moens, Kerajaan Samudra Pasai berdiri pada pertengahan abad ke-13. Kerajaan ini didirikan oleh Laksamana Islam dari Mesir bernama Nazimudin Al Kamil pada tahun 1283. Penguasa pertama kerajaan ini adalah Marah Silu dengan gelar Sultan Malik as Saleh,
Kerajaan Samudera Pasai mencapai puncak kejayaannya pada abad   ke-14. Dan Pengaruh Samudra Pasai sangat besar dalam penyebaran agama Islam ke Minangkabau, Palembang, Jambi, Patani, Malaka, dan Jawa.

                     I.     Letak Kerajaan
Secara geografis, kerajaan samudera pasai terletak di daerah pantai timur Pulau Sumatera bagian utara yang berdekatan dengan pelayaran perdagangan internasional pada masa itu yaitu Selat Malaka. Dengan posisi yang sangat strategis ini, Kerajaan Samudera Pasai berkembang menjadi Kerajaan Islam yang cukup kuat pada masa itu.

                   II.     Kehidupan Politik
Raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Samudera Pasai :
1.     Nazimuddin al Kamil                           (      1238 M     )
2.     Sultan Malikul Saleh                           ( 1285-1297 M )
3.     Sultan Malikul Thahir                          ( 1297-1326 M )

                  III.     Kehidupan Ekonomi
Letak Kerajaan Samudera Pasai sangatlah strategis karena merupakan jalur perdangan yang menghubungkan antara dunia Barat dan dunia Timur. Perkembangan ekonomi masyarakat dan Kerajaan Samudera Pasai bertambah pesat sehingga selalu menjadi perhatian sekaligus menjadi incaran dari kerajaan-kerajaan di sekitarnya.

                 IV.     Kehidupan Sosial
Kehidupan sosial masyarakat Kerajaan Samudera Pasai diatur menurut aturan-aturan san hukum-hukum Islam.Sistem kehidupan sosial masyarakat Kerajaan Samudera Pasai banyak memiliki persamaan dengan daerah-daerah Arab, sehingga daerah aceh mendapati julukan Daerah Serambi Mekkah

              V.     Kehidupan Budaya
Sebagai kerajaan yang terjundalam dunia maritim tidak banyak terdapat atau ditemukan peninggalan-penginggalan budaya. Walaupun ada penemuan benda kebudayaan dari zaman Kerajaan Samudera Pasai, namun tidak sepenuhnya merupakan hasil karyanya, seperti batu nisan.






1 komentar: