PERKEMBANGAN KERAJAAN-KERAJAAN ISLAM DI INDONESIA
Perkembangan agama dan kebudayaan Islam di Indonesia
selama berabad-abad telah meninggalkan berbagai peninggalan. Salah satu bentuk
peninggalan sistem politik islam adalah berdirinya kerajaan yang bercorak
islam. Lahirlah beberapa kerajaan islam di seluruh indonesia sebagai akibat
penyebaran agama islam yang dilakukan para ulama dan perdagangan.
A. Kerajaan Perlak
Perlak
adalah kerajaan Islam tertua di Indonesia. Perlak adalah sebuah kerajaan dengan
masa pemerintahan cukup panjang. Kerajaan yang berdiri pada tahun 840 ini
berakhir pada tahun 1292 karena bergabung dengan Kerajaan Samudra Pasai. Sejak
berdiri sampai bergabungnya Perlak dengan Samudrar Pasai, terdapat 19 orang
raja yang memerintah.
I. Sumber dan
Bukti Sejarah
Sumber sejarah Kerajaan Perlak adalah naskah-naskah
berbahasa melayu dan bukti-bukti peninggalan sejarah misalnya Silsilah
Raja-Raja Perlak dan Pasai, karangan Sayid Abdullah Ibn Saiyid Habib Saifuddin. Bukti peninggalan sejarah
Kerajaan Perlak terdiri atas :
a. Mata uang
Mata uang perlak terdiri dari emas,
perak, dan tembaga. Dan adanya peninggalan mata uang ini menunjukkan bahwa
kerajaan perlak merupakan kerajaan yang telah maju.
b. Stempel
kerajaan
Stempel kerajaan bertuliskan kalimat “ Al Wasiq Billah Kerajaan Negeri Bendahara
Sanah 512 ”. Kerajaan Negeri Bendahara adalah menjadi bagian dari Kerajaan
perlak
c. Makam Raja
Yaitu ditemukan makam salah seorang
raja Benoa tepi Sungai Trenggulon. Batu nisan makam tersebut bertuiskan huruf
arab. Benoa adalah Negara bagian dari Kerajaan Perlak
II. Kehidupan
Politik
Sebelum
berdirinya Kesultanan Perlak, di wilayah Negeri Perlak sudah ada rajanya, yaitu
Meurah Perlak Syahir Nuwi. Namun, data tentang raja-raja Negeri Perlak secara lengkap
belum ditemukan. Sedangkan daftar nama sultan yang pernah berkuasa di
Kesultanan Pelak adalah sebagai berikut:
1. Sultan Alaiddin Syed Maulana Abdul Azis
Shah (840-864)
2. Sultan Alaiddin Syed Maulana Abdul
Rahim Shah (864-888)
3. Sultan Alaiddin Syed Maulana Abbas Shah
(888-913)
4. Sultan Alaiddin Syed Maulana Ali Mughat
Shah (915-918)
5. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdul
Kadir Shah Johan Berdaulat (928-932)
6. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad
Amin Shah Johan Berdaulat (932-956)
7. Sultan Makhdum Alaiddin Abdul Malik
Shah Johan Berdaulat (956-983)
8. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ibrahim
Shah Johan Berdaulat (986-1023)
9. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Mahmud
Shah Johan Berdaulat (1023-1059)
10. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Mansur
Shah Johan Berdaulat (1059-1078)
11. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdullah
Shah Johan Berdaulat (1078-1109)
12. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ahmad Shah
Johan Berdaulat (1109-1135)
13. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Mahmud
Shah Johan Berdaulat (1135-1160)
14. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Usman
Shah Johan Berdaulat (1160-1173)
15. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad
Shah Johan Berdaulat (1173-1200)
16. Sultan Makhdum Alaiddin Abdul Jalil
Shah Johan Berdaulat (1200-1230)
17. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad
Amin Shah II Johan Berdaulat (1230-1267)
18. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdul
Aziz Johan Berdaulat (1267-1292)
II. Kehidupan Ekonomi
Perlak
merupakan kerajaan yang sudah maju. Hal ini terlihat dari adanya mata uang
sendiri. Mata uang Perlak yang ditemukan terbuat dari emas (dirham), dari perak
(kupang), dan dari tembaga atau kuningan.
III. Kehidupan Sosial-Budaya
Perlak dikenal dengan kekayaan hasil
alamnya yang didukung dengan letaknya yang sangat strategis. Apalagi, Perlak
sangat dikenal sebagai penghasil kayu perlak, yaitu jenis kayu yang sangat
bagus untuk membuat kapal. Kondisi semacam inilah yang membuat para pedagang
dari Gujarat, Arab, dan Persia tertarik untuk datang ke daerah ini. Masuknya
para pedagang tersebut juga sekaligus menyebarkan ajaran Islam di kawasan ini.
Kedatangan mereka berpengaruh terhadap kehidupan sosio-budaya masyarakat Perlak
pada saat itu. Sebab, ketika itu masyarakat Perlak mulai diperkenalkan tentang
bagaimana caranya berdagang. Pada awal abad ke-8, Perlak dikenal sebagai
pelabuhan niaga yang sangat maju.
Model pernikahan percampuran mulai
terjadi di daerah ini sebagai konsekuensi dari membaurnya antara masyarakat
pribumi dengan masyarakat pendatang. Kelompok pendatang bermaksud
menyebarluaskan misi Islamisasi dengan cara menikahi wanita-wanita setempat.
Sebenarnya tidak hanya itu saja, pernikahan campuran juga dimaksudkan untuk
mengembangkan sayap perdagangan dari pihak pendatang di daerah ini.
B. Kerajaan Samudera Pasai
Bukti sejarah adanya masyarakat dan Kerajaan Islam di Samudra Pasai
ditulis oleh Ibnu Battutah, seorang utusan dari Kerajaan Delhi. Samudra Pasai
waktu itu merupakan tempat kapal-kapal dari India dan Tiongkok serta kapal-kapaldari daerah lain di
Indonesia berlabuh.
Menurut sarjana-sarjana Barat, seperti Snouck Hurgronje, J. P. Moquette, dan J. L. Moens, Kerajaan Samudra Pasai
berdiri pada pertengahan abad ke-13. Kerajaan ini didirikan oleh Laksamana
Islam dari Mesir bernama Nazimudin Al Kamil pada tahun 1283. Penguasa pertama
kerajaan ini adalah Marah Silu dengan gelar Sultan Malik as Saleh,
Kerajaan Samudera Pasai mencapai puncak kejayaannya pada abad ke-14. Dan Pengaruh Samudra Pasai sangat
besar dalam penyebaran agama Islam ke Minangkabau, Palembang, Jambi, Patani,
Malaka, dan Jawa.
I. Letak
Kerajaan
Secara
geografis, kerajaan samudera pasai terletak di daerah pantai timur Pulau
Sumatera bagian utara yang berdekatan dengan pelayaran perdagangan
internasional pada masa itu yaitu Selat Malaka. Dengan posisi yang sangat
strategis ini, Kerajaan Samudera Pasai berkembang menjadi Kerajaan Islam yang
cukup kuat pada masa itu.
II. Kehidupan
Politik
Raja-raja yang pernah memerintah
Kerajaan Samudera Pasai :
1. Nazimuddin al Kamil ( 1238 M
)
2. Sultan Malikul Saleh (
1285-1297 M )
3. Sultan Malikul Thahir (
1297-1326 M )
III. Kehidupan Ekonomi
Letak
Kerajaan Samudera Pasai sangatlah strategis karena merupakan jalur perdangan
yang menghubungkan antara dunia Barat dan dunia Timur. Perkembangan ekonomi
masyarakat dan Kerajaan Samudera Pasai bertambah pesat sehingga selalu menjadi
perhatian sekaligus menjadi incaran dari kerajaan-kerajaan di sekitarnya.
IV. Kehidupan Sosial
Kehidupan
sosial masyarakat Kerajaan Samudera Pasai diatur menurut aturan-aturan san
hukum-hukum Islam.Sistem kehidupan sosial masyarakat Kerajaan Samudera Pasai
banyak memiliki persamaan dengan daerah-daerah Arab, sehingga daerah aceh
mendapati julukan Daerah Serambi Mekkah
V. Kehidupan Budaya
Sebagai
kerajaan yang terjundalam dunia maritim tidak banyak terdapat atau ditemukan
peninggalan-penginggalan budaya. Walaupun ada penemuan benda kebudayaan dari
zaman Kerajaan Samudera Pasai, namun tidak sepenuhnya merupakan hasil karyanya,
seperti batu nisan.

izin copas ya yg kerajaan perlak ,, mksh :)
BalasHapus